Rabu, 27 April 2011

MALAM PEKAT HUJAN MENDERAS. PETIR SESEKALI MENGHENTAK. KILATAN CAHAYANYA MELESAT DI LUAR JENDELA. ANGIN MENGIBAS DAUN-DAUN, BERGESEKAN DAN JATUH. POKON-POHON GELISAH. SUARANYA MENDESAH.

MALAM TERASA GUNDAH

DALAM RUMAH SEBUAH RUANGAN SEDERHANA, SEPERTI MENGGIGIL OLEH DINGIN ANGIN. MALAM MENGAMBANG . MALAM YANG BERBISIK DENGAN MUSIM. MUSIM YANG BERSIKAP SEPERTI HAKIM. MENGHAKIMI SEPASANG MANUSIA.

DALAM RUANGAN HANYA ADA GELAP SEPI.

TIBA-TIBA PEREMPUAN MEMANTIKKAN KOREK API. MENYALA. SEBATANG LILIN DALAM RUANGAN YANG GULITA. MENYALA. HANYA SEBATANG LILIN.

SERAUT WAJAH TAMPAK. WAJAH SEORANG PEREMPUAN MURUNG, DUDUK MENGHADAP MEJA.

CAHAYA LILIN MEMBENTUK BAYANG-BAYANG. GURATAN GARIS-GARIS DARI LEKUK RUANGAN TAMPAK SEPERTI SILANGAN SKETSA-SKETSA LUKISAN YANG BELUM JADI. RUANGAN SEDERHANA DENGAN BAYANG-BAYANG SEDERHANA.

PEREMPUAN ITU, SEPERTI JUGA MALAM, TAMPAK RESAH. IA TAK SEPATAH PUN BICARA, TAPI IA TAK DIAM.

SEBUAH BUKU TEBAL, PERLAHAN DIBUKA LEMBAR DEMI LEMBAR. SUARA GESEKAN KERTAS, MENAMBAH TAJAMNYA SEPI. MULUT PEREMPUAN ITU BERKOMAT-KAMIT.
SEBATANG ROKOK, DINYALAKAN. ASAPNYA MENGELILINGI RUANGAN. TANGANNYA TERUS SAJA MEMBOLAK-BALIK BUKU, TERKADANG MENULIS, TERKADANG MENYANDAR DI KURSINYA, TERKADANG MENGHEMBUSKAN NAFAS PANJANG. DAN ROKOK TERUS MENYALA DI BIBIRNYA.

PEREMPUAN SEPERTI MULAI JENUH. BUKU DITUTUP DENGAN HENTAKAN KERAS.
SEBUAH SUARA TERBANGUN DARI RUANG YANG LAIN.

1. Lelaki : Lampu padam lagi?

Klik disiniuntuk download

0 komentar:

Posting Komentar