Selasa, 26 April 2011

Setting
Malam purnama di sebuah pemakaman yang terkenal angker. Arga yang baru saja keluar dari penjara sedang mengupas masalalunya di tempat itu. Enambelas tahun silam, Lilin kekasihnya mati tertusuk belati Gaguk. Arga masih ingat betul kejadian malam itu.

[Gaguk dan Lilin jalan bergandengan]
Arga : Hei berhenti kalian!
Lilin : Mas Arga?!
Arga : Bangsat kamu Gaguk! [Arga dan Gaguk Berkelahi, Lilin tertusuk belati Gaguk, lantas Gaguk lari]
Arga : Enambelas tahun, seratus sembilanpuluh dua kali sudah aku tak menikmati purnama di sini. Iya di tempat yang sangat indah ini. Nampaknya tak banyak berubah, masih seperti yang dulu. [Sembari menyulut sebatang rokok] Aku masih ingat betul pohon itu, sehabis pulang berkencan, banyak pemuda, bapak-bapak, bahkan anak sekolahan yang kencing di sana. Aromanya masih seperti yang dulu, tak berubah. Aku heran, mereka begitu berani, padahal tempat ini tersohor angker. Bau pesing sering lebur dengan aroma melati atau kenanga. Dan bau amis darah malam itu pun masih aku cium malam ini. Lilin, pada malam itu....... ah, aku tak lagi tahu bagaimana dia. Yang aku tahu Lilin mati bukan ditanganku, hanya saja hukum tak berpihak padaku hingga aku berada di tempat yang pengap. Tempat orang bersalah. Dan bagaiermana pula keluarga ku sekarang, Lina yang bisu.... seperti apakah dia sekarang. Pastinya dia menjadi dewasa dan gemar sekali berdandan, sama seperti calon kakak iparnya yang senang sekali berkaca.
Llin : [Datang dari belakang] Sendirian Mas? Sedang menunggu seseorang ya?

Klik disini untuk download lebih lengkap

0 komentar:

Posting Komentar