Senin, 27 Juni 2011


Dapur. Ya unsur yang sangat penting di dalam rumah. Tempat penggodokan. Awal dari semua kegiatan. Sumber dari semua persoalan. Berkualitas tidaknya isi sebuah rumah, tergantung padanya. Namun apa jadinya jika di dalam dapur terjadi masalah? DaPuRmu akan mengungkap problematika, trik dan intrik yang dilakukan oleh suatu rumah tangga sehingga dapat terlihat baik saat dilihat dari luar.
Itulah sinopsis dari naskah "DaPuRmu" karya Catur Widya Pragolapati.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pentas keliling teater SS di tahun 2011 ini mengangkat tema "konservasi budaya" dan akan digelar di 2 kota. Yakni, semarang dan kudus.
Pementasan presentasi di lab teater usmar ismail FBS Universitas Negeri Semarang tanggal 19 juni 2011.
Pementasan pertama di Taman Budaya Raden Saleh (tanggal dalam konfirmasi).
Pementasan kedua di auditorium Universitas Muria Kudus tanggal 23 Juli 2011 pukul 19.30 WIB.

Rabu, 27 April 2011

Pukul 10.00. Restoran sudah sepi dan waktunya tutup. Cuma rusman dan Hamid yang duduk berhadapan dengan pakaian yan tidak terurus. Mereka bekas pejuang gerilya.
Hamid : Ya, kalau kita terlalu mengikat diri kepada segala apa yang pernah kita cita-citakan dulu, dan kini melihat segala-galanya meleset semata-mata, maka dengan sendirinya kita kecewa belaka. Apalagi kalau kita melihat keadaan di kalangan politik kita dewasa ini, dan bagaimana kotornya cara-cara para pemimpi kita berebutan pengaruh dan kekuasaan. Maka bagi kita sebagai bekas pejuang yang kini masih menganggur.......
Rusman : Tapi politik memang kotor.
Hamid : Itu sama sekali tidak benar. Politik tidak kotor. Tidak seharusnya kotor. Malah sebaliknya, politik adalah satu hal yang murni. Sloganmu kini terlalu mudah diucapkan orang seolah suatu kebenaran yang mutlak. Padahal......
Rusman : [tertawa]

Klik disini untuk download.
Di sudut sebuah jalan.Runtuhan bangunan.
A, buta, duduk di atas bangku dengklik, menggesek biola tuanya. Di sampingnya ada sebuah peti setengah terbuka dan di atas peti ini ada sejenis mangkok.
Dia berhenti menggesek biolanya, memandang ke kanan, mendengar.-

Pause.-

1.A. : Sedekahlah untuk orang tua melarat; sedekahlah untuk orang tua melarat. [Diam.Dia bermain,berhenti lagi, memandang ke kanan, mendengar. B masuk dari kanan di atas kursi roda. Dia berhenti. Tertegun].
Sedekahlah untuk orang tua melarat.
[Pause].-

2.B : Musik ! [Pause].Jadi sama sekali bukan impian.Akhirnya ! juga bukan angan-angan; mereka membisu dan aku membisu di depan mereka.[Dia maju,berhenti,memandang ke dalam mangkok,tanpa emosi].Orang malang!

Klik disini untuk download.
LAMPU MENYALA.
DALAM SEBUAH RUMAH. SOFA BESAR MENGHADAP TV. MEJA MAKAN. KULKAS. PINTU KAMAR MANDI. PINTU DAPUR. PINTU KAMAR TIDUR. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI.

Bu Lena
Lena sudah pulang, Pak?
Pak Lena
Belum
Bu Lena
(Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah tiga hari ia tidak pulang.
Pak Lena
Nanti juga pulang
Bu Lena
Sudah tiga hari
Pak Lena
Nanti juga pulang
Bu Lena
Ya, tapi belum juga pulang, padahal sudah tiga hari. Dia itu kan perempuan.
Pak Lena
(Tetap memandang tv) Anak kita
Bu Lena
Iya, anak kita, tapi ia perempuan dan belum pulang tiga hari.

Klik disini untuk download
MALAM PEKAT HUJAN MENDERAS. PETIR SESEKALI MENGHENTAK. KILATAN CAHAYANYA MELESAT DI LUAR JENDELA. ANGIN MENGIBAS DAUN-DAUN, BERGESEKAN DAN JATUH. POKON-POHON GELISAH. SUARANYA MENDESAH.

MALAM TERASA GUNDAH

DALAM RUMAH SEBUAH RUANGAN SEDERHANA, SEPERTI MENGGIGIL OLEH DINGIN ANGIN. MALAM MENGAMBANG . MALAM YANG BERBISIK DENGAN MUSIM. MUSIM YANG BERSIKAP SEPERTI HAKIM. MENGHAKIMI SEPASANG MANUSIA.

DALAM RUANGAN HANYA ADA GELAP SEPI.

TIBA-TIBA PEREMPUAN MEMANTIKKAN KOREK API. MENYALA. SEBATANG LILIN DALAM RUANGAN YANG GULITA. MENYALA. HANYA SEBATANG LILIN.

SERAUT WAJAH TAMPAK. WAJAH SEORANG PEREMPUAN MURUNG, DUDUK MENGHADAP MEJA.

CAHAYA LILIN MEMBENTUK BAYANG-BAYANG. GURATAN GARIS-GARIS DARI LEKUK RUANGAN TAMPAK SEPERTI SILANGAN SKETSA-SKETSA LUKISAN YANG BELUM JADI. RUANGAN SEDERHANA DENGAN BAYANG-BAYANG SEDERHANA.

PEREMPUAN ITU, SEPERTI JUGA MALAM, TAMPAK RESAH. IA TAK SEPATAH PUN BICARA, TAPI IA TAK DIAM.

SEBUAH BUKU TEBAL, PERLAHAN DIBUKA LEMBAR DEMI LEMBAR. SUARA GESEKAN KERTAS, MENAMBAH TAJAMNYA SEPI. MULUT PEREMPUAN ITU BERKOMAT-KAMIT.
SEBATANG ROKOK, DINYALAKAN. ASAPNYA MENGELILINGI RUANGAN. TANGANNYA TERUS SAJA MEMBOLAK-BALIK BUKU, TERKADANG MENULIS, TERKADANG MENYANDAR DI KURSINYA, TERKADANG MENGHEMBUSKAN NAFAS PANJANG. DAN ROKOK TERUS MENYALA DI BIBIRNYA.

PEREMPUAN SEPERTI MULAI JENUH. BUKU DITUTUP DENGAN HENTAKAN KERAS.
SEBUAH SUARA TERBANGUN DARI RUANG YANG LAIN.

1. Lelaki : Lampu padam lagi?

Klik disiniuntuk download