Sabtu, 05 Juli 2014

Oleh: Dadi Pujiadi Reza
(KUBURAN. LAMPU SEMPRONG MENYALA DI BAWAH BALE)
SATRIO WELANG MUNCUL MEMAKAI SARUNG SAMBIL MEMBAWA BANTAL LUSUH.
Ketemu? Sudah? Lah, ditanya kok diam aja? Di sini mana mungkin ada? Ngapain pada kumpul-kumpul? Itu yang di pojok hati-hati kelewatan… kalau sudah nge… rasanya kayak naik sepur… ogah ber-he-he-he-nanti…
Sumi.. Sumi…
sipilissipilis rajasinga
ini kapsul kuat
tulang besi otot kawat
dijamin bersih
karena di sunat
lebih penting urat
daripada surat
semobil lewat
sesepur lewat
sekapal lewat…
Jangan tanya saya buat apa di sini… Siapa tak kenal Satrio Welang… nggak berani tanya khan? Mau gua stuut? Saya sudah keliling kemana-mana… nyari anu… Saya cari anu. Anu saya mana? Tempat itu memang harus digusur! Apa-apa di situ mahal. Malah bikin penyakitan lagi… tempat itu sudah sepantasnya digusur…
Lah? Saya lupa anu saya… di mana ya? Barangkali saya sudah terlalu banyak dosa. Halah! Apa tadi? Tentang tempat itu… ya, memang harus digusur… di sana juga ada musik loh… sudah dari kapan saya cari… awalnya saya baru sadar setelah saya datang ke situ… keseringan dikunjungi malah bikin hilang… absurd bukan? Nih, nih saya kasih tahu… ini rahasia…ah, nggak ah jadi mau malu… Ihh, malu ah!
Hah? Di situ? (PINDAH TEMPAT) di sini? Ke kiri lagi? Ke kiri lagi? (MELIHAT KE BAWAH. KECEWA) Iya, kemarin suara tangisnya kedengaran dari dalam sini… tapi saya ubek tetap nggak ada… sedikit ke kiri lagi? Anjrit! Udah, ah. Ngibul melulu luh! Ini bukan nisannya… pohon-pohonnya sudah sama tinggi… pohon beringin tempat saya nangis dulu udah ditebang buat perluasan ya?
LEWAT POCONGAN-POCONGAN BAYI. AWAN. IKAN-IKAN
Semua berawal dari observasi, setelah itu kenal Sumi, Sumi aborsi.
(MEMANGGIL) Kencur! Kencur! Umur 12 saya kenal mbok-mbok pedagang langkoas di pasar… terus lagi enak-enak tidur malah diketeki di dalam selimut sama Dwi, kakak si Slamet koreng…pernah dipantatin Udin tukang gorengan… dirayu Ani pembantu, Suka, Mamat, Luwek, Een,… wah banyak lagi deh… anjrit! Malah kecanduan! Rasanya badan pegel-pegel kalo nggak kena gituan… nggak mau nikah ah…mending pelihara burung… ikan… nangkepin cicak, cacing, kecoa… binatang pantasnya ngasih makan binatang…

Monolog : Mulut Revisi

Karya: PUTU WIJAYA

(DAPAT DIMAINKAN OLEH LELAKI ATAU PEREMPUAN)

SEORANG PENGAMEN DENGAN WAJAH YANG TANPA MULUT MEMBUAT BUNYI-BUNYIAN, MEMANGGIL PENONTON. KEMUDIAN IA MEMPERAGAKAN GERAKAN-GERAKKAN  YANG BISA MENARIK. SETELAH PENONTON SIAP, IA MEMBUKA TUTUP MULUTNYA DAN MULAI BICARA.

           Di desa kami ada seorang perempuan tidak punya mulut. Di bawah hidungnya kosong melompong tidak ada bibir. Tidak ada yang tahu apakah ia punya gigi dan lidah di balik wajahnya yang terkunci itu. Dalam keadaan yang tuna mulut itu ia membingungkan desa. Warga mempersoalkan kehadirannya tak habis‑habis. Apakah ia mahluk yang cantik atau mengerikan.
Kedua matanya membelalak seperti mata ikan koki, tetapi kerlingannya tajam seperti cakar harimau. Hidungnya bangir namun tidak kepanjangan seperti Petruk. Kulitnya lembut dan hangat. Wajah dan air mukanya bagi semua kami, baik laki maupun perempuan, sangat cantik. Kata tukang jual siomay, tanpa mulut, perempuan itu justru seperti bidadari. Siapa saja yang memandangnya dengan bebas dan rahasia dapat menempelkan dalam angan‑angannya jenis mulut yang dia sukai. Wajahnya itu  begitu luwes ‑‑ diberikan mulut apa pun cocok. Mulut dower, yang sempit, yang tebal, yang tipis, yang monyong, yang sedikit nyakil pun cocok. Asal amit-amit jangan sumbing saja.

            Tukang ojek yang biasa nonton film India dan gila dangdut sukanya bibir dower. Dia melihat di bawah hidung perempuan itu bergantung dua baris daging empuk, seperti dua ekor lintah yang sudah kenyang. Tebal, melimpah tapi penuh dan basah. Tukang kredit yang doyan bibir tipis, menempelkan dalam angan‑angannya kue lapis yang lembut, tipis tapi empuk, lincah, legi dan lengket. Pokoknya karena tak ada mulut, bibirnya malah bisa digonta‑ganti seenake dewe, mau bibir kowel-kowel model orang hutan atau bibir bekicot yang nyerep dan becek, terserah. 




Rabu, 02 Juli 2014

Salam budaya!!!
Salam konservasi!!!

Sudah lama blog ini ditinggal oleh pemiliknya. Mohon maaf untuk para "Sahabat" yang sudah lama menanti-natikan postingan dari blog ini. Untuk mengawali dan meng hidupkan kembali blog ini, saya selaku admin yang terlelap selama beberapa tahun, hidup kembali untuk mengundang sahabat pada agenda bulan Juli 2014
Nama acara: Buka Puisi "Apresiasi Santra dengan Puisi di Bulan yang Suci"
Tempat: Gedung PKMU Lt. 2 kampus UNNES Sekaran, Gunungpati, Semarang
Tanggal: 5 Juli 2014
Pukul: 15.30 WIB
HTM: Free
CP: 089673400963 (Dodok)

Terimakasih ;)

Kamis, 06 Oktober 2011


Salam Budaya!!
Selamat datang sahabat-sahabat teater SS yang baru..
Sesuai tradisi teater SS, setiap tahun teater SS mengadakan LaPer untuk anggota baru teater SS. Tahun ini Latihan Perdana diadakan hari sabtu 8 oktober 2011. Kamis sore tadi baru aja digelat Technical Meeting buat persiapan Latihan Perdana. Sekitar 52 orang mengikuti TM sore tadi. Ada beberapa pertanyaan dari sahabat-sahabat baru yang tidak bisa ikut TM sore tadi karena kuliah, soal teknis latihan perdana. Buat kalian yag tadi nggak sempat ikut TM, ini hasilnya:
- LaPer 2011 dilaksanakan 8 oktober 2011 jam 08.00 tepat!
- Silahkan pilih satu karakter (mau tentara,bakul jamu,orang gila,atau apapaun) pakai kostum sesuai karakter dan properti yag sesuai. (Nb: kostum diapakai mulai dari kos)
-Membawa 3 batang liling beda warna.
-Membawa 1 sachet indocafe coffemix.
-Membawa 3 buah arang (per orang)
-Membawa foto gaul 2 lembar.
-Kontribusi cuma 10 ribu.

Salam budaya!!

*dalam lingkaran aku ada dan tiada*