Minggu, 05 Maret 2017



Dengan adanya acara lomba monolog ini menjadi modal semangat berkarya sahabat - sahabat teater ss yg telah kita dapatkan dari pak whani darmawan,  dan team juri juga mengapresiasi karya kita, point -point yang di jabarkan oleh dewan juri juga tidak lepas dari pementasan kita, antara lain terkait perbedaan musik ilustrasi dan pengiring, pemanfaatan panggung dasar arena dan batasan panggung, dll, kita masih belajar meningkatkan penyajian artistik, karena monolog dan penyajian artistik adalah kesatuan,

Informasi:
Teater Teknik peringkat 8 dari 22 peserta
Teater SS peringkat 11 dari 22 peserta

Semangat Teater SS!!!

Minggu, 08 November 2015

Berikut ini adalah kumpulan puisi karya sahabat baru teater SS pada saat LaPer 2015 di area kampus UNNES.

Minggu, 13 Juli 2014

Sebuah Naskah Monolog
Karya : Arifin C Noer



Setting :
Ruang tengah dari sebuah ruang yang cukup menyenangkan, buat suatu keluarga yang tidak begitu rakus. Lumayan keadaannya, sebab lumayan pula penghasilan si pemiliknya. Sebagai seorang kasir di sebuah kantor dagang yang lumayan pula besarnya. Kasir kita itu bernama : Misbach Jazuli
Sandiwara ini ditulis khusus untuk latihan bermain. Sebab itu sangat sederhana sekali. Dan sangat kecil sekali. Dan sandiwara ini kita mulai pada suatu pagi. Mestinya pada suatu pagi itu ia sudah duduk dekat kasregisternya di kantornya, tapi pagi itu ia masih berada di ruang tengahnya, kelihatan lesu seperti wajahnya.
Tas sudah dijinjingnya dan ia sudah melangkah hendak pergi. Tapi urung lagi untuk yang kesekian kalinya. Dia bersiul sumbang untuk mengatasi kegelisahannya. Tapi tak berhasil.

Saudara-saudara yang terhormat. Sungguh sayang sekali, sandiwara yang saya mainkan ini sangat lemah sekali. Pengarangnya menerangkan bahwa kelemahannya, maksud saya kelemahan cerita ini disebabkan ia sendiri belum pernah mengalaminya; ini. Ya, betapa tidak saudara? Sangat susah.

Diletakkannya tasnya
Saya sangat susah sekali sebab istri saya sangat cantik sekali. Kecantikannya itulah yang menyebabkan saya jadi susah dan hampir gila. Sungguh mati, saudara. Dia sangat cantik sekali. Sangat jarang Tuhan menciptakan perempuan cantik. Disengaja. Sebab perempuan-perempuan jenis itu hanya menyusahkan dunia. Luar biasa, saudara. Bukan main cantiknya istri saya itu. Hampir-hampir saya sendiri tidak percaya bahwa dia itu istri saya.

Saya berani sumpah! Dulu sebelum dia menjadi istri saya tatkala saya bertemu pandang pertama kalinya disuatu pesta berkata saya dalam hati : maulah saya meyobek telinga kiri saya dan saya berikan padanya sebagai mas kawin kalau suatu saat nanti ia mau menjadi istri saya. Tuhan Maha Pemurah. Kemauan Tuhan selamanya sulit diterka. Sedikit banyak rupanya suka akan surpraise.

Buktinya? Meskipun telinga saya masih utuh, toh saya telah berumah tangga dengan Supraba selama lima tahun lebih.
Aduh cantiknya.
Saya berani mempertaruhkan kepala saya bahwa bidadari itu akan tetap bidadari walaupun ia telah melahirkan anak saya yang nomer dua, saya hampir tidak percaya pada apa yang saya lihat. Tubuh yang terbaring itu masih sedemikian utuhnya. Caaaaannnnttiiik.
Ah kata cantikpun tak dapat pula untuk menyebutkan keajaibannya. Cobalah. Seandainya suatu ketika gadis-gadis sekolah berkumpul dan istri saya berada diantara mereka, saya yakin, saudara-saudara pasti memilih istri saya, biarpun saudara tahu bahwa dia seorang janda.

Lesu.
Ya, saudara. Kami telah bercerai dua bulan lalu. Inilah kebodohan sejati dari seorang lelaki. Kalau saja amarah itu tak datang dalam kepala, tak mungkin saya akan sebodoh itu menceraikan perempuan ajaib itu.

Semua orang yang waras akan menyesali perbuatan saya, kecuali para koruptor, sebab mereka tak mampu lagi menyaksikan harmoni dalam hidup ini.
Padahal harmoni adalah keindahan itu sendiri. Dan istri saya, harmonis dalam segala hal. Sempurna.Menarik napas.
Bau parfumnya! Baunya! Seribu bunga sedap malam di kala malam, seribu melati di suatu pagi. Segar, segar!
Telepon berdering.
Itu dia! Sebentar (ragu-ragu)
Selama seminggu ini setiap pagi ia selalu menelpon. Selalu ditanyakannya :”Sarapan apa kau, mas” Kemarin saya menjawab :”Nasi putih dengan goreng otak sapi”
Pagi ini saya akan menjawab .....

Mengangkat gagang telepon
Misbach Jazuli disini. Hallo? Hallo! Halloooo!
Meletakkan pesawat telepon
Salah sambung.
Gilaa! Saya marah sekali. Penelpon itu tak tahu perasaan sama sekali.
Tiba-tiba
Oh ya! Jam berapa sekarang?


Sabtu, 05 Juli 2014

oleh: Griri Ratomo

Sebuah naskah untuk berlatih monolog. Setting sunggung dibuat tidak ribet, sangat sederhana.

Panggung masih kosong melompong. Sekilas samar-samar terlihat tiang yang tegak menjulang, tak terlalu tinggi. Perlahan lahan areal panggung yang tadinya gelap mulai meremang setelah lampu yang terletak tepat di atas tiang mulai menyala.

Entah dari sudut mana tiba-tiba muncul seseorang terhuyung-huyung hampir jatuh dengan barang bawaan yang berupa kotak yang cukup banyak. Pasti, orang tersebut berusaha keras mempertahankan keseimbangan tubuhnya. Kotak-kotak tersebut diletakkan persis dibawah tiang.

Akhirnya nyampai juga. Gara-gara elu gua hampir jatuh keselokan tadi, kurang ajar! Dasar kagak tahu diuntung ! Capai-capai ngebopong bukannya dikasih upah malah mo dijatuhin ! Awas lu ntar kalo macem-macem lagi bakalan gua gebug , mampus !

(Orang itu sibuk menata kotak yang di bawanya persis di bawah tiang, kemudian di duduki)

Eh lu, untuk sementara ini lu diam aja ya! Kagak usah macem-macem, kagak boleh ribut ..aa..untuk sementara lu juga kagak boleh protes kalo sekarang gua ngerokok !

Nah kayak gitu, diaam. Kata orang diam itukan emas, nah, siapa tahu kalau lu bisa diam gua bisa dapet emas..eit, jangan protes nyuruh gua diam, sebab kalau gua yang diam lu kagak bakalan dapet emas.
(Menyalakan rokok)

Hah …hidup jaman sekarang emang serba susah, kalau mau di buat susah. Hidup juga serba gampang kalau kita gampangin.

Ya susah ya gampang, tinggal kitanya.
(mengusap-usap salah satu kotak) Kita. Lha..misalnya ya kaya Aku sama kamu ini, bi patner tugeder.
Seperti muka uang logam, sisi yang satu butuh sisi lain. Terus terang kalau aku buka-bukaan sampai detik ini aku masih butuh kamu

Ee…diem aja. Ngomong. Kamu itu kalau aku suruh diem, kamu nyerocos. Kalau aku suruh ngomong, kamu diem. Ngomong. Ayo. Ngga nyesel kalau kamu diem?

Ya sudah. Kalau kamu diem terus. Aku yang ngomong.

(Mengangkat kotak-kotak kayu, memindahkannya di salah satu pojok)

Meski orang bilang kata-kata adalah ular mematikan yang keluar dari lobang hitam dan lidah adalah pedang bermata dua yang siap menikam, tapi tak apa. Toh, saya sudah berada disini. Di ruangan ini sendirian. Sementara berpasang-pasang mata menatap tajam kearah saya dan bertanya-tanya. Bahkan beberapa diantara mereka ada yang berbisik bisik seolah-olah saya asing dan aneh. Berbeda dengan mereka. Ah, kecurigaan macam apa ini? Kecurigaan yang membuat saya harus tertunduk layu ke batu. Tetapi, bukankah kekuasaan ratu Elizabeth yang besar pun dibangun karena rasa kecurigaan yang sedemikian kental? Dan bukankah kecurigaan pula yang telah membawa manusia untuk menjelajahi samudera raya dan melewati sekian tahun cahaya hanya untuk menggenapi sebuah pertanyaan : siapa?


Oleh: Dadi Pujiadi Reza
(KUBURAN. LAMPU SEMPRONG MENYALA DI BAWAH BALE)
SATRIO WELANG MUNCUL MEMAKAI SARUNG SAMBIL MEMBAWA BANTAL LUSUH.
Ketemu? Sudah? Lah, ditanya kok diam aja? Di sini mana mungkin ada? Ngapain pada kumpul-kumpul? Itu yang di pojok hati-hati kelewatan… kalau sudah nge… rasanya kayak naik sepur… ogah ber-he-he-he-nanti…
Sumi.. Sumi…
sipilissipilis rajasinga
ini kapsul kuat
tulang besi otot kawat
dijamin bersih
karena di sunat
lebih penting urat
daripada surat
semobil lewat
sesepur lewat
sekapal lewat…
Jangan tanya saya buat apa di sini… Siapa tak kenal Satrio Welang… nggak berani tanya khan? Mau gua stuut? Saya sudah keliling kemana-mana… nyari anu… Saya cari anu. Anu saya mana? Tempat itu memang harus digusur! Apa-apa di situ mahal. Malah bikin penyakitan lagi… tempat itu sudah sepantasnya digusur…
Lah? Saya lupa anu saya… di mana ya? Barangkali saya sudah terlalu banyak dosa. Halah! Apa tadi? Tentang tempat itu… ya, memang harus digusur… di sana juga ada musik loh… sudah dari kapan saya cari… awalnya saya baru sadar setelah saya datang ke situ… keseringan dikunjungi malah bikin hilang… absurd bukan? Nih, nih saya kasih tahu… ini rahasia…ah, nggak ah jadi mau malu… Ihh, malu ah!
Hah? Di situ? (PINDAH TEMPAT) di sini? Ke kiri lagi? Ke kiri lagi? (MELIHAT KE BAWAH. KECEWA) Iya, kemarin suara tangisnya kedengaran dari dalam sini… tapi saya ubek tetap nggak ada… sedikit ke kiri lagi? Anjrit! Udah, ah. Ngibul melulu luh! Ini bukan nisannya… pohon-pohonnya sudah sama tinggi… pohon beringin tempat saya nangis dulu udah ditebang buat perluasan ya?
LEWAT POCONGAN-POCONGAN BAYI. AWAN. IKAN-IKAN
Semua berawal dari observasi, setelah itu kenal Sumi, Sumi aborsi.
(MEMANGGIL) Kencur! Kencur! Umur 12 saya kenal mbok-mbok pedagang langkoas di pasar… terus lagi enak-enak tidur malah diketeki di dalam selimut sama Dwi, kakak si Slamet koreng…pernah dipantatin Udin tukang gorengan… dirayu Ani pembantu, Suka, Mamat, Luwek, Een,… wah banyak lagi deh… anjrit! Malah kecanduan! Rasanya badan pegel-pegel kalo nggak kena gituan… nggak mau nikah ah…mending pelihara burung… ikan… nangkepin cicak, cacing, kecoa… binatang pantasnya ngasih makan binatang…

Monolog : Mulut Revisi

Karya: PUTU WIJAYA

(DAPAT DIMAINKAN OLEH LELAKI ATAU PEREMPUAN)

SEORANG PENGAMEN DENGAN WAJAH YANG TANPA MULUT MEMBUAT BUNYI-BUNYIAN, MEMANGGIL PENONTON. KEMUDIAN IA MEMPERAGAKAN GERAKAN-GERAKKAN  YANG BISA MENARIK. SETELAH PENONTON SIAP, IA MEMBUKA TUTUP MULUTNYA DAN MULAI BICARA.

           Di desa kami ada seorang perempuan tidak punya mulut. Di bawah hidungnya kosong melompong tidak ada bibir. Tidak ada yang tahu apakah ia punya gigi dan lidah di balik wajahnya yang terkunci itu. Dalam keadaan yang tuna mulut itu ia membingungkan desa. Warga mempersoalkan kehadirannya tak habis‑habis. Apakah ia mahluk yang cantik atau mengerikan.
Kedua matanya membelalak seperti mata ikan koki, tetapi kerlingannya tajam seperti cakar harimau. Hidungnya bangir namun tidak kepanjangan seperti Petruk. Kulitnya lembut dan hangat. Wajah dan air mukanya bagi semua kami, baik laki maupun perempuan, sangat cantik. Kata tukang jual siomay, tanpa mulut, perempuan itu justru seperti bidadari. Siapa saja yang memandangnya dengan bebas dan rahasia dapat menempelkan dalam angan‑angannya jenis mulut yang dia sukai. Wajahnya itu  begitu luwes ‑‑ diberikan mulut apa pun cocok. Mulut dower, yang sempit, yang tebal, yang tipis, yang monyong, yang sedikit nyakil pun cocok. Asal amit-amit jangan sumbing saja.

            Tukang ojek yang biasa nonton film India dan gila dangdut sukanya bibir dower. Dia melihat di bawah hidung perempuan itu bergantung dua baris daging empuk, seperti dua ekor lintah yang sudah kenyang. Tebal, melimpah tapi penuh dan basah. Tukang kredit yang doyan bibir tipis, menempelkan dalam angan‑angannya kue lapis yang lembut, tipis tapi empuk, lincah, legi dan lengket. Pokoknya karena tak ada mulut, bibirnya malah bisa digonta‑ganti seenake dewe, mau bibir kowel-kowel model orang hutan atau bibir bekicot yang nyerep dan becek, terserah. 




Rabu, 02 Juli 2014

Salam budaya!!!
Salam konservasi!!!

Sudah lama blog ini ditinggal oleh pemiliknya. Mohon maaf untuk para "Sahabat" yang sudah lama menanti-natikan postingan dari blog ini. Untuk mengawali dan meng hidupkan kembali blog ini, saya selaku admin yang terlelap selama beberapa tahun, hidup kembali untuk mengundang sahabat pada agenda bulan Juli 2014
Nama acara: Buka Puisi "Apresiasi Santra dengan Puisi di Bulan yang Suci"
Tempat: Gedung PKMU Lt. 2 kampus UNNES Sekaran, Gunungpati, Semarang
Tanggal: 5 Juli 2014
Pukul: 15.30 WIB
HTM: Free
CP: 089673400963 (Dodok)

Terimakasih ;)

Kamis, 06 Oktober 2011


Salam Budaya!!
Selamat datang sahabat-sahabat teater SS yang baru..
Sesuai tradisi teater SS, setiap tahun teater SS mengadakan LaPer untuk anggota baru teater SS. Tahun ini Latihan Perdana diadakan hari sabtu 8 oktober 2011. Kamis sore tadi baru aja digelat Technical Meeting buat persiapan Latihan Perdana. Sekitar 52 orang mengikuti TM sore tadi. Ada beberapa pertanyaan dari sahabat-sahabat baru yang tidak bisa ikut TM sore tadi karena kuliah, soal teknis latihan perdana. Buat kalian yag tadi nggak sempat ikut TM, ini hasilnya:
- LaPer 2011 dilaksanakan 8 oktober 2011 jam 08.00 tepat!
- Silahkan pilih satu karakter (mau tentara,bakul jamu,orang gila,atau apapaun) pakai kostum sesuai karakter dan properti yag sesuai. (Nb: kostum diapakai mulai dari kos)
-Membawa 3 batang liling beda warna.
-Membawa 1 sachet indocafe coffemix.
-Membawa 3 buah arang (per orang)
-Membawa foto gaul 2 lembar.
-Kontribusi cuma 10 ribu.

Salam budaya!!

*dalam lingkaran aku ada dan tiada*
TEATER SS ON UNNES FAIR 2011!!
Tahun ini ada yang berbeda dalam penyelenggaraan expo stan UKM di Unnes. Tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini punya nama DEMO EXPO. Setiap UKM di unnes ( di unnes ada sekitar 52 UKM tingkat universitas) menempati satu stan dan di event ini UKM-UKM diperkenalkan kepada para mahasiswa baru. Tidak ketinggalan setiap UKM juga menampilkan kebolehannya dalam berkarya di panggung yang berdiri megah di tengah lapangan. Juga band papan atas negeri ini yag turut memeriahkan. Tahun kemarin, di demo expo 2010 cangcuter mengoncang unnes.
Tahun 2011 ini, acara tersebut hadir dengan format baru. UNNES FAIR 2011. Puluhan tenda, 3 panggung hiburan. Ini memberi kesempatan lebih besar bagi tiap UKM untuk unjuk gigi. Tak ketinggalan juga TEATER SS. Kami menampilkan potongan adegan dari naskah DaPuRmu yang beberapa minggu lalu kami pentaskan di TBRS.
Teater SS menempati stan nomor 42, tepat di depan fakultas MIPA. Setting stan cukup sederhana, tenda di kelilingi background hitam, tong dipasang di tengah jalan, tali tambang menggantung dari stan ke pohon. Di hari kedua, vespa pun turut jadi setting stan.
Selama dua hari pelaksanaan unnes fair, puluhan mahasiswa baru keluar masuk stan teater SS mengisi formulir pendaftaran. Cukup mengejutkan, sekitar 300 orang mendaftar selama dua hari. Semoga ini benar-benar gambaran ketertarikan mahasiswa dalam ekspresi seni..
Selamat datang sahabat-sahabat baru..
Mari kita berproses bersama.

Sabtu, 24 September 2011


Ada kegiatan apa aja di teater SS??
Waduh, banyak rek...
Mulai dari performance art,musikalisasi puisi,tukang lampu,ngopi bareng,wisata kuliner,dll...
Tapi, runtutnya...
- Latihan perdana
Ya sesuai namanya, ini latihan pertama bagi sahabat-sahabat baru. Nggak ada plonco-ploncoan apa lagi bogem mentah seperti yang di tipi-tipi. Have fun sob..
- Latihan Alam
Workshopnya teater SS. Bakal ada banyak ilmu keteateran yang dibagi di sini. Materinya diisi oleh senior-senior teater SS dan pegiat teater lain yang mumpuni.
- Malam Tripurnama
Malam kesenian yang diadain tiap tiga purnama. Semalam suntuk penuh performance art..
- Pentas Keliling
Pementasan yang dikelilingkan ke kota-kota lain.
Dan masih banyak lagi kegiatan yang lain..

WELCOME TO THE JUNGLE!!
Sugeng Rawuh buat para mahasiswa baru unnes 2011.

Selamat datang sahabat-sahabat baru yang akan turut berkarya di teater SS. Tak ada syarat macam-macam untuk kita bersama, apalagi pakai fit and proper test macam para pejabat.
- Mahasiswa unnes ( semester 1,3,5,7,9,11,13). Yang penting KTM masih aktif.
- Punya semangat besar untuk belajar.
- Siap berproses.

Mungkin ada diantara kalian yang merasa minder,"Ah,aku nggak bisa akting". Jangan salah, justru disinilah kita belajar saling mengisi. Dan teater bukan hanya soal akting, tapi belajar tentang hidup. Karena teater adalah hidup yang dimampatkan.

Klo kamu sudah memenuhi syarat di atas, langsung aja isi formulir pendaftaran, serahin foto gaul 1 lembar, dan uang pendaftaran 5 ribu perak.
Untuk pendaftaran, bisa langsung ke sekretariat teater SS di gedung komplek UKM lantai 2 (sebelah gedung PKMU, atau barat auditorium). Atau kamu juga bisa daftar di stan Teater SS di unnes fair tanggal 1-2 oktober 2011.
Pendaftaran dibuka mulai 26 september 2011 - 7 oktober 2011.

*dalam lingkaran aku ada dan tiada*

Pentas keliling Teater SS dengan naskah DaPuRmu telah di pentaskan di lab teater usmar ismail Universitas Negeri Semarang pada 19 juni 2011 dan pementasan kedua di gedung TBRS pada 23 juli 2011.
Pada pementasan pertama di lab teater usmar ismail, sekitar 100 pasang mata yang rata-rata adalah mahasiswa unnes menyaksikan pementasan tersebut. Proses produksi sendiri berjalan sekitar 3-4 bulan. Selama rentang tersebut, banyak kisah indah dan konyol yag terjadi serta banyak pembelajaran yang dapat kami ambil. Keusilan, kekonyolan, dan emosi yang menyatu dalam proses. Dan hal itu yang semakin meleburkan hati kami..
Dengan setting yang hanya berbalut kertas koran, namun tetap terlihat wah. Kelima aktor yang seluruhnya perempuan bermain dengan cukup apik. Namun secara keseluruhan tetap terdapat celah-celah kekurangan. Pementasan pertama ini adalah pentas eksebisi, sebagai persiapan untuk pementasan kedua di TBRS.
23 juli 2011, DaPuRmu kembali dipentaskan di TBRS. Rentang waktu 1 bulan setelah pementasan pertama, kami jadikan sebagai waktu untuk mengevaluasi dan memperbaiki penampilan kami. Frekuensi latihan diintensifkan untuk target bahwa kami harus lebih bauk. Tim produksi maupun tim kreatif (setting, lighting,ilustrasi) bekerja lebih keras untuk tampil berbeda dan lebih baik.
Pementasan kedua bisa langsung dilihat di bawah ini.

Dan kini, pementasan ketiga di Universitas Muria Kudus sedang dalam proses. Dan tentunya, dengan sesuatu yang baru. Ya, kami selalu berusaha untuk berbeda dalam tiap pementasan walau dengan naskah yang sama. Mungkin sedikit mirip tagline jawapo,"Selalu ada yang baru!".

*DALAM LINGKARAN AKU ADA DAN TIADA*

Senin, 27 Juni 2011


Dapur. Ya unsur yang sangat penting di dalam rumah. Tempat penggodokan. Awal dari semua kegiatan. Sumber dari semua persoalan. Berkualitas tidaknya isi sebuah rumah, tergantung padanya. Namun apa jadinya jika di dalam dapur terjadi masalah? DaPuRmu akan mengungkap problematika, trik dan intrik yang dilakukan oleh suatu rumah tangga sehingga dapat terlihat baik saat dilihat dari luar.
Itulah sinopsis dari naskah "DaPuRmu" karya Catur Widya Pragolapati.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pentas keliling teater SS di tahun 2011 ini mengangkat tema "konservasi budaya" dan akan digelar di 2 kota. Yakni, semarang dan kudus.
Pementasan presentasi di lab teater usmar ismail FBS Universitas Negeri Semarang tanggal 19 juni 2011.
Pementasan pertama di Taman Budaya Raden Saleh (tanggal dalam konfirmasi).
Pementasan kedua di auditorium Universitas Muria Kudus tanggal 23 Juli 2011 pukul 19.30 WIB.

Rabu, 27 April 2011

Pukul 10.00. Restoran sudah sepi dan waktunya tutup. Cuma rusman dan Hamid yang duduk berhadapan dengan pakaian yan tidak terurus. Mereka bekas pejuang gerilya.
Hamid : Ya, kalau kita terlalu mengikat diri kepada segala apa yang pernah kita cita-citakan dulu, dan kini melihat segala-galanya meleset semata-mata, maka dengan sendirinya kita kecewa belaka. Apalagi kalau kita melihat keadaan di kalangan politik kita dewasa ini, dan bagaimana kotornya cara-cara para pemimpi kita berebutan pengaruh dan kekuasaan. Maka bagi kita sebagai bekas pejuang yang kini masih menganggur.......
Rusman : Tapi politik memang kotor.
Hamid : Itu sama sekali tidak benar. Politik tidak kotor. Tidak seharusnya kotor. Malah sebaliknya, politik adalah satu hal yang murni. Sloganmu kini terlalu mudah diucapkan orang seolah suatu kebenaran yang mutlak. Padahal......
Rusman : [tertawa]

Klik disini untuk download.
Di sudut sebuah jalan.Runtuhan bangunan.
A, buta, duduk di atas bangku dengklik, menggesek biola tuanya. Di sampingnya ada sebuah peti setengah terbuka dan di atas peti ini ada sejenis mangkok.
Dia berhenti menggesek biolanya, memandang ke kanan, mendengar.-

Pause.-

1.A. : Sedekahlah untuk orang tua melarat; sedekahlah untuk orang tua melarat. [Diam.Dia bermain,berhenti lagi, memandang ke kanan, mendengar. B masuk dari kanan di atas kursi roda. Dia berhenti. Tertegun].
Sedekahlah untuk orang tua melarat.
[Pause].-

2.B : Musik ! [Pause].Jadi sama sekali bukan impian.Akhirnya ! juga bukan angan-angan; mereka membisu dan aku membisu di depan mereka.[Dia maju,berhenti,memandang ke dalam mangkok,tanpa emosi].Orang malang!

Klik disini untuk download.
LAMPU MENYALA.
DALAM SEBUAH RUMAH. SOFA BESAR MENGHADAP TV. MEJA MAKAN. KULKAS. PINTU KAMAR MANDI. PINTU DAPUR. PINTU KAMAR TIDUR. PINTU KELUAR MASUK RUMAH. PAK LENA DUDUK MEMANDANG TV. BU LENA KELUAR DARI KAMAR MANDI.

Bu Lena
Lena sudah pulang, Pak?
Pak Lena
Belum
Bu Lena
(Duduk di kursi meja makan) Bagaimana ini? Sudah tiga hari ia tidak pulang.
Pak Lena
Nanti juga pulang
Bu Lena
Sudah tiga hari
Pak Lena
Nanti juga pulang
Bu Lena
Ya, tapi belum juga pulang, padahal sudah tiga hari. Dia itu kan perempuan.
Pak Lena
(Tetap memandang tv) Anak kita
Bu Lena
Iya, anak kita, tapi ia perempuan dan belum pulang tiga hari.

Klik disini untuk download
MALAM PEKAT HUJAN MENDERAS. PETIR SESEKALI MENGHENTAK. KILATAN CAHAYANYA MELESAT DI LUAR JENDELA. ANGIN MENGIBAS DAUN-DAUN, BERGESEKAN DAN JATUH. POKON-POHON GELISAH. SUARANYA MENDESAH.

MALAM TERASA GUNDAH

DALAM RUMAH SEBUAH RUANGAN SEDERHANA, SEPERTI MENGGIGIL OLEH DINGIN ANGIN. MALAM MENGAMBANG . MALAM YANG BERBISIK DENGAN MUSIM. MUSIM YANG BERSIKAP SEPERTI HAKIM. MENGHAKIMI SEPASANG MANUSIA.

DALAM RUANGAN HANYA ADA GELAP SEPI.

TIBA-TIBA PEREMPUAN MEMANTIKKAN KOREK API. MENYALA. SEBATANG LILIN DALAM RUANGAN YANG GULITA. MENYALA. HANYA SEBATANG LILIN.

SERAUT WAJAH TAMPAK. WAJAH SEORANG PEREMPUAN MURUNG, DUDUK MENGHADAP MEJA.

CAHAYA LILIN MEMBENTUK BAYANG-BAYANG. GURATAN GARIS-GARIS DARI LEKUK RUANGAN TAMPAK SEPERTI SILANGAN SKETSA-SKETSA LUKISAN YANG BELUM JADI. RUANGAN SEDERHANA DENGAN BAYANG-BAYANG SEDERHANA.

PEREMPUAN ITU, SEPERTI JUGA MALAM, TAMPAK RESAH. IA TAK SEPATAH PUN BICARA, TAPI IA TAK DIAM.

SEBUAH BUKU TEBAL, PERLAHAN DIBUKA LEMBAR DEMI LEMBAR. SUARA GESEKAN KERTAS, MENAMBAH TAJAMNYA SEPI. MULUT PEREMPUAN ITU BERKOMAT-KAMIT.
SEBATANG ROKOK, DINYALAKAN. ASAPNYA MENGELILINGI RUANGAN. TANGANNYA TERUS SAJA MEMBOLAK-BALIK BUKU, TERKADANG MENULIS, TERKADANG MENYANDAR DI KURSINYA, TERKADANG MENGHEMBUSKAN NAFAS PANJANG. DAN ROKOK TERUS MENYALA DI BIBIRNYA.

PEREMPUAN SEPERTI MULAI JENUH. BUKU DITUTUP DENGAN HENTAKAN KERAS.
SEBUAH SUARA TERBANGUN DARI RUANG YANG LAIN.

1. Lelaki : Lampu padam lagi?

Klik disiniuntuk download
Latar belakang
Ruang tidur yang sesak dan berantakan di lantai atas sebuah perumahan di belakang timur kota New York.Wall paper yang kotor dan terkupas dibeberapa bagian menampakkan plesteran dibawahnya. Tampak sebuah jendela yang terbuka, yang dibelakangnya terdapat tangga darurat dan botol kosong bekas susu. Disebelah kanan terdapat pintu keluar menuju koridor. Wastafel terletak disebelah kiri ruangan dengan mangkuk, serta beberapa perlengkapan tergeletak begitu saja diatasnya. Pada dinding sebelah atas sebuah cermin yang tergantung pada sebuah paku yang menonjol keluar. Di tengah ruangan berdiri meja reot dan sebuah kursi. Disudut kiri dekat jendela terdapat ranjang dan seorang anak balita yang tertidur dengan pulas. Sebuah lampu teplok gas didekat cermin merupakan satu-satunya alat penerangan di ruangan itu.

Klikdisni untuk download